Catatan Si Kaswo (CsK)

pergi karena tugas….pulang karena beras

integritas

downloadIbu itu diam seribu bahasa…..duduk termenung, sesekali dibukanya laptop, dibaca ditutup……dibaca lagi. Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 23.00 wib. Besok makalah ini harus jadi dan diserahkan kepada panitia seleksi. Memang sebuah keharusan bagi setiap aparatur sipil negara yang hendak menduduki jabatan pimpinan tinggi baik madya maupun pratama untuk mengikuti tahapan-tahapan dalam proses seleksi terbuka. Kembali si Ibu membuka laptopnya, mata masih tertuju kepada pertanyaan soal tes integritas. Hmmm…sulit rasanya. Padahal hanya satu kata integritas. Tapi memang betul kata Djajendra seorang motivator, beliau mengatakan “integritas diri sendiri tidak dapat dinilai oleh diri sendiri, tapi akan dinilai oleh pihak lain”

Mari kita kupas soal integritas ini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan dan kejujuran. Menurut Mario Teguh, motivator ternama di Indonesia, integritas adalah kesetiaan kepada yang benar. Hal ini sejalan dengan pengertian integritas menurut Wikipedia yang berarti suatu konsep yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan nilai dan prinsip. Nilai dan prinsip ini tentunya tidak lepas dari yang namanya kebenaran. Oleh karena itu orang yang memiliki integritas pasti akan menjadi orang yang jujur dan menyukai keadilan.

Hmmmm….dalam banget mas bro. Mari kita tanyakan kepada diri kita masing-masing, sudahkah kita berintegritas. Mari kita sama-sama latihan, sama-sama belajar, sama-sama menangis…….untuk menjadi orang yang berintegritas, karena integritas juga bukan milik pimpinan tinggi saja tapi milik kita semua.

Singkatnya Integritas ini dibutuhkan oleh siapa saja, tidak hanya pemimpin namun juga yang dipimpin. Integritas sebagai pemimpin dapat membawa yang dipimpin menjadi lebih baik. Pemimpin yang memiliki integritas hanya akan berpikir bahwa dirinya itu melayani siapa saja yang dipimpinnya, bukan sebaliknya. Sedangkan seorang pengikut yang memiliki integritas berpikir bahwa dirinya harus melayani pemimpin selama pemimpin itu benar sesuai nilai prinsip dan moral. Dengan begitu akan terjadi pelayanan dua arah dimana akan menunjang pembangunan yang berkelanjutan. Pemimpin yang melayani pengikut bisa menjadi adil. Hal ini membuat pengikutnya senang dan mengikuti apa yang diperintahkan karena mereka yakin bahwa pemimpin tersebut memiliki integritas dan lebih banyak benar. Akhirnya apabila para pemimpin dan kita para pengikutnya memiliki integritas maka INDONESIA YANG MANDIRI, MAJU, ADIL DAN MAKMUR sesuai Visi Pembangunan Nasional 2025 dapat terwujud  …..aamiin mas bro.  Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 20 Mei 2015 by .

Pos-pos Terbaru

Kategori

%d blogger menyukai ini: