Catatan Si Kaswo (CsK)

pergi karena tugas….pulang karena beras

mimpi indah tentang arsip

A. Latar Belakang

Berawal dari berbagai persoalan, permasalahan dalam tugas-tugas kearsipan sehari-hari. Berangkat dari rumah besar pembangunan nasional  yang tertuang dalam Visi Pembangunan Nasional tahun 2025 khususnya dalam upaya mendorong Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mewujudkan sistem hukum nasional yang menjamin tegaknya supremasi hukum dan HAM berdasarkan keadilan dan kebenaran, maka mimpi akan integrasi semua kearsipan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menjadi suatu keharusan yang mendesak dalam mendukung visi 2025 tersebut.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagai institusi penyelenggara negara yang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara telah menghasilkan berbagai dokumen yang kemudian menjadi arsip berguna bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Integrasi kearsipan seluruh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia diharapkan mampu menyatukan gerak langkah dan program-program untuk mendukung cita-cita bersama dalam memajukan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong sesuai Visi Pembangunan Nasional 2025.

Kearsipan sebagai suatu proses mulai dari penciptaan, penerimaan, pengumpulan, pengaturan, pengendalian, pemeliharaan dan perawatan serta penyimpanan warkat menurut sistem tertentu. Sehingga saat dibutuhkan dapat dengan cepat dan tepat ditemukan dan bila arsip-arsip tersebut tidak bernilai guna lagi, maka harus dimusnahkan. Dengan demikian, Kearsipan memegang peranan penting bagi kelancaran jalannya organisasi, yaitu sebagai sumber informasi dan sebagai pusat ingatan bagi organisasi. Mari kita bermimpi membangun ini ……..

Berdasar pada harapan tersebut, dengan memperhatikan karakteristik penanganan persoalan dan permasalahan arsip yang cenderung dari tahun ke tahun sama, mempertimbangkan sistem penyelenggaraan kearsipan dan sistem kearsipan nasional maka perlu sebuah terobosan bidang kearsipan yang menjadi landasan penanganan persoalan kearsipan yang terencana, sistematis dan berkesinambungan.

B. Permasalahan

Arsip merupakan suatu benda yang dapat dikatakan sangat penting bagi suatu instansi, terutama arsip yang memiliki bobot kepentingan dan nilai-nilainya yang tinggi bagi instansi itu sendiri. Dalam kronologi instansi tentu saja bukanlah suatu perjalanan yang singkat atau diperuntukkan jangka pendek, melainkan untuk kronologi yang terus menerus dan berkelanjutan bagi pembangunan di masa yang akan datang. Namun dalam kenyataannya, persoalan-persoalan seputar pencarian arsip seringkali mengalami kesulitan-kesulitan. Kita tidak dapat dengan mudah menemukan kembali secara cepat arsip suatu dokumen yang diperlukan oleh instansi. Belum lagi bertambahnya dokumen-dokumen ke dalam arsip tanpa ada penyusutan yang baik sehingga tempat dan peralatan tidak lagi mencukupi. Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran akan arti pentingnya arsip bagi kehidupan dan kelangsungan organisasi.

Berangkat dari berbagai persoalan dan permasalahan tersebut, kembali mari kita bermimpi ……mimpi sama-sama untuk membangun sebuah terobosan yang menjadi acuan dan merespon Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan agar penataan arsip di kantor kita yang belum dapat berjalan maksimal sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang tersebut menjadi lebih baik.

C. Strategi dan Peta Jalan (Roadmap) Kearsipan

Mewujudkan mimpi tersebut tentu harus ada strategi yang harus dilaksanakan oleh segenap pemegang kepentingan. Salah satu mimpi kita bersama adalah dengan menyusun program berdasar target yang ditentukan dalam jangkauan waktu tertentu. Saat ini pondasi untuk perbaikan tersebut telah disusun dan dibuat baik dalam bentuk regulasi maupun standar operasional prosedur. Dengan telah adanya pondasi bangunan tersebut, maka kami ingin mengatakan bahwa strategi kedepan justeru lebih mudah. misalkan dalam lima tahun pertama adalah Memantapkan kembali Sistem Kearsipan guna mendukung Program Pembangunan Nasional kemudian di lima tahun kedua Mewujudkan Kearsipan yang handal berbasiskan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang kemudian dapat dijabarkan dalam roadmap lima tahunan. Bisa dalam bentuk program pengembangan SDM arsip, program penataan sistem kearsipan, program pembangunan record center. Sungguh indah kalau instansi kita memiliki diorama atau museum yang dapat menjadi sumber informasi sejarah bagi generasi selanjutnya. Mungkin bagian dalam roadmap sekali-sekali mengadakan pameran instansi ….oooo ini toh kantor kita di jaman 1945 ….ooo ini sidik jari dari Governor Jenderal Hindia Belanda Jan Pieter ZC ….ooo ini tahun 1999 peserta pemilu ada sejumlah 48 berikut profilnya dan lain sebaginya.

Akhirnya mari eratkan tangan …..wujudkan harapan menjadi kenyataan. Sebuah catatan yang mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Mengutip kata orang bijak, Hidup tak selalu seperti yang kamu mau. Hal baik dan buruk terjadi selalu, namun semua itu telah diatur Tuhan, dengan akhir yang indah. Percayalah dan tetap semangat………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29 April 2015 by .

Pos-pos Terbaru

Kategori

%d blogger menyukai ini: