Catatan Si Kaswo (CsK)

pergi karena tugas….pulang karena beras

Sejarah yang terlupakan, korban keganasan DI/TII

Tepat pada hari Jum’at pahing di malam hari pukul 20.00 WIB, tanggal 30 Juni 1961 atau 16 Muharram 1381 Hijriyah atau dalam kalender jawa 16 Suro 1893 kawasan kaki Gunung Slamet, Banyumas Jawa Tengah terasa tenang dan damai. Hari itu, udara di malam hari juga terasa dingin menusuk tulang. Selepas ba’da isya pedukuhan yang terletak dibawah kaki Gunung Slamet, tepatnya di Desa Banjarsari Wetan Kecamatan Sumbang + 15 Km ke arah utara Kota Purwokerto. Tersebutlah dalam sejarah kampung, hidup sepasang suami isteri, yang tak lain adalah eyang kami tercinta, beliau bernama Eyang Sanuri Al Rawin dan Dais.

Beliau tinggal di atas lahan + 4900 M2 yang diatasnya adalah tanaman pohon cengkeh. Hari itu beliau habis panen dari hasil sawah dan lumbung padipun penuh. Selepas Isya di tengah hujan lebat beliau beristirahat. Tanpa sepengetahuannya puluhan mata sedang melakukan pengintaian rumah eyang kami. Para pengintai yang berjumlah sekitar 50 orang adalah Gerombolan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Hanya hitungan menit tepat pada pukul 20.00 WIB ketenangan dan kedamaian itupun berubah menjadi mencekam, para gerombolan itupun merangsek ke dalam rumah eyang kami. Sadar menjadi incaran musuh, beliau dengan “kemampuannya” lari secepat kilat dan bersembunyi hanya menggunakan daun talas, beliau selamat dalam lindungan Allah SWT. Namun, isteri beliau atau eyang putri kami Nyai Dais tidak dapat terselamatkan.

Malam itu adalah malam jum’at pahing tanggal 30 Juni 1961 atau 16 Muharram 1381 Hijriyah atau dalam kalender jawa 16 Suro 1893, kepedihan yang mendalam bagi keluarga kami. Kepedihan yang tidak dapat diuraikan dengan kata-kata atas kekejaman dan kebejadan DI/TII. Korban malam itu adalah eyang putri kami dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Beliau syahid, wafat membela haknya. Kekejaman DI/TII tidak berhenti disitu, harta benda yang ada di rumahpun dijarah. Hewan-hewan disembelih dibawa oleh DI/TII.

Hari itu pedukuhan Karang Duwur, Banjarsari Wetan Banyumas terasa mencekam, saksi sejarah atas peristiwa tersebut hingga kini banyak yang masih hidup. Sehingga memudahkan kami untuk megetahui peristiwa kelam yang menimpa keluarga kami. Atas musibah tersebut, pemerintah indonesia mengirimkan 1 peleton Tentara Nasional Indonesia dari Batalion Banteng Raiders untuk menumpas Gerombolan DI/TII tersebut dan berhasil menumpas para pemberontak di daerah sekitar Sikapat – Banyumas, Jawa Tengah

Demikian sekilas sejarah yang terlupakan dari anak negeri semoga menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa di masa lalu dan bahkan hingga kini pergolakan-pergolakan selalu membawa korban orang-orang yang tidak berdosa. Akhirnya kami berdo’a semoga para korban kekerasan atas nama apapun di muka bumi ini diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosanya dan ditempatkan di sisi Allah SWT sebagai seorang yang syahid….aaamiiin.

Terima kasih kami ucapkan untuk bapak dan ibu Suwitno, bapak dan ibu Tasilun Pranoto Sudibyo, bapak dan ibu para saksi sejarah Juni 1961 berdarah yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Semoga bermanfaat, Jazakumullah khairran.

4 comments on “Sejarah yang terlupakan, korban keganasan DI/TII

  1. marthatia herlinda
    10 November 2013

    sama seperti kakek saya, dia anggota TNI yg bertugas di salatiga.saat itu kakek saya hendak berangkat ke salatiga kakek saya waktu itu dari paguyangan,hari itu tgl 18 desember thn 1960 sampai di daerah cilongok di kepung DI/TII dan di bunuh..saya yakin nenek anda dan kakek saya sudah tenang dan senang di surga ALLAH.amin.salam kenal ya….

    • kaswo
      18 November 2013

      aamiin – salam kenal juga ibu marthatia herlinda – kita memiliki sejarah yang sama

  2. WijayaMMUGM
    18 Maret 2014

    Nasibnya sama juga dengan tetangga saya jadi TNI namanya Sarindi..beliau ditugaskan negara menumpas DITII di Ambarawa-Salatiga, tapi waktu lagi mandi diberondong peluru oleh DITII dan akhirnya meninggal dan meninggalkan 2 anak masih kecil 1 Isteri…

    • kaswo
      20 Maret 2014

      Terima kasih pak wijaya yang telah berkenan mengunjungi blog kami dan memberikan komentarnya, kita doakan semoga bapak sekeluarga sehat selalu dalam lindungan Tuhan. Salam kenal pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 6 Januari 2013 by .

Pos-pos Terbaru

Kategori

%d blogger menyukai ini: