Catatan Si Kaswo (CsK)

pergi karena tugas….pulang karena beras

selangkah lagi, banyumas memiliki bandara

Komite audit Cina yang berangkat dari bandara Wirasaba dengan Dakota ke Batavia setelah kunjungan ke daerah-daerah sekitar Banjoemas.

Komite audit Cina yang berangkat dari bandara Wirasaba dengan Dakota ke Batavia setelah kunjungan ke daerah-daerah sekitar Banjoemas.

Catatan Si Kaswo – Bandar Udara Wirasaba adalah bandar udara yang terletak di Purbalingga – Jawa Tengah. Bandar Udara Wirasaba merupakan bandara militer yang dikelola oleh TNI AU dan merupakan Pangkalan Udara milik TNI AU. Pada tahun 1946 saat masa masa perang kemerdekaan, banyak Pesawat Dakota yang menurunkan cadangan pasokan untuk Tentara di Pertempuran di bandara Wirasaba. Sultan Jogja kala itu Ingkang Sinuhun Sri Sultan Hamengkubuwono IX juga pernah mendarat di bandara ini untuk melakukan diskusi dengan beberapa Komandan TNI, beliau mengunjungi Purbalingga, Purwokerto dan Banyumas dan disambut oleh Presiden dari Komite Bersama Lokal, Mayor AS F.R.W. Hall. Selain itu di tahun 1950an para wakil consulat Cina menggunakan pesawat dakota dari bandara Wirasaba seperti dalam foto nampak berpamitan dengan humas tentara setelah kunjungan ke daerah-daerah sekitar Banjumas. 

Berkaitan dengan diskusi dengan beberapa komandan TNI, maka sultan Djogja mengunjungi Poerbolinggo, Poerwokerto dan Banjoemas. Setelah kedatangan Sultan di bandara Wirasaba dismbut oleh Presiden dari Komite Bersama Lokal, Mayor AS F.R.W. Hall.

Berkaitan dengan diskusi dengan beberapa komandan TNI, maka sultan Djogja mengunjungi Poerbolinggo, Poerwokerto dan Banjoemas. Setelah kedatangan Sultan di bandara Wirasaba dismbut oleh Presiden dari Komite Bersama Lokal, Mayor AS F.R.W. Hall.

Mengingat penggunaan bandara wirasaba pada masa lalu begitu ramai untuk tujuan penerbangan militer, maka pada saat ini ada pemikiran Pangkalan Udara Wirasaba menjadi Bandara Komersil. Hal tersebut didasari oleh pemikiran bahwa laju pertumbuhan ekonomi, mobilitas manusia baik dari dan keluar wilayah banyumas dan sekitarnya cukup tinggi seperti di daerah purbalingga banyak sekali perusahaan-perusahaan asing dari Korea, Jepang, dll. Disamping itu, dengan adanya pembangunan jembatan Linggamas yang menghubungkan wilayah Kabupaten Purbalingga dengan Kabupaten Banyumas memudahkan jalur transportasi antara kedua kota semakin mudah.

Bupati Banyumas Mardjoko mengatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Pangkoops TNI AU. ”Setelah ada tanda tangan MoU maka tinggal ditindaklanjuti ke Kementerian Perhubungan. Saat ini sudah semakin jelas, sehingga jika bandara sudah terwujud maka sektor usaha mikro kecil menengah, tenaga kerja dan sektor perekonomian lainnya akan menambah kesejahteraan warga Banyumas dan Purbalingga” katanya.

rencana-pengembangan-lanud-wirasaba-purbalinggaDengan begitu, maka Pengembangan Pangkalan Udara (Lanud) Wirasaba di Kecamatan Bukateja, Purbalingga menjadi bandara perintis/komersial tinggal menunggu izin dari beberapa pihak terkait. Padahal, maskapai Susi Air yang juga melayani penerbangan rute Jakarta – Cilacap juga sudah siap membuka rute penerbangan Jakarta (Halim Perdana Kusuma)-Purbalingga (Wirasaba). Customer Relation Susi Air, Rohsaelendrayana mengatakan, pada prinsipnya Susi Air telah siap, hanya tinggal masalah administrasi saja. Untuk kepastian selanjutnya, pemilik maskapai akan mengadakan pertemuan dengan empat bupati yang mendukung dikembangkannya bandara itu, yaitu bupati Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, dan Wonosobo serta gubernur Jawa Tengah.

Para wakil consulat Cina, di bandara Wirasaba berpamitan dengan humas tentara setelah kunjungan ke daerah-daerah sekitar Banjumas.

Para wakil consulat Cina, di bandara Wirasaba berpamitan dengan humas tentara setelah kunjungan ke daerah-daerah sekitar Banjumas.

Secara teknis, meskipun landasan masih berupa tanah, Lanud Wirasaba sudah memenuhi syarat operasional penerbangan pesawat milik Susi Air dan pada tahun 2006 sudah dilakukan studi kelayakan pengembangan tersebut. Pada 2007 dilakukan penyusunan rencana induk pengembangan (RIP) master plan Lanud Wirasaba. Pada tahun yang sama juga telah dikeluarkan izin pemanfaatan Lanud Wirasaba menjadi bandara komersial dengan surat KSAU tertanggal 30 April 2007. Pemda juga telah menyusun Detail Engineering Design bandara pada 2008 dan dituangkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ditetapkan dalam Perda nomor 5 tahun 2011. “Juli 2011 rencana pengembangan bandara Wirasaba juga telah dipaparkan di Dirjen Perhubungan Udara. Pada 2012 dibangun jembatan Linggamas yang menghubungkan Purbalingga dan Banyumas bagian Selatan. Jembatan ini sebagai pol jaringan jalan akses rencana menuju bandara Wirasaba,” kata Heru.

Dalam materi presentasi rencana pengembangan Lanud Wirasaba menjadi bandara perintis/komersil itu disebutkan akan dibangun terminal bandara yang terbagi menjadi tiga kelompok ruangan yaitu ruangan umum, ruang semi steril, dan ruang steril. Adapun terminal penumpang berada di ruang semi steril.

Akhirnya, mari kita berdoa semoga Allah SWT meridhoi keinginan dari seluruh warga Banyumas dan sekitarnya untuk satu langkah dan tujuan yang baik ini.

Sumber: http://kotaperwira.com dan http://wiedpatikraja.blogspot.com
http://facebook.com/kotaperwiracom

One comment on “selangkah lagi, banyumas memiliki bandara

  1. nanang
    22 Februari 2014

    selangkah lagi banyumas mempunyai bandara, pesawat garuda lion airasia sriwijaya dan penumpang yg kesana bagaimana yaa….?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 13 Desember 2012 by .

Pos-pos Terbaru

Kategori

%d blogger menyukai ini: