Catatan Si Kaswo (CsK)

pergi karena tugas….pulang karena beras

mencapai titik nol

Pada suatu ketika, pendakian ibadah kita kepada Allah SWT akan mencapai titik nol. Fase ini akan dialami oleh siapapun, bisa jadi pada saat anda duduk berzikir, anda sedang shalat qiyamul lail atau ketika anda menjalankan ibadah lainnya. Titik nol akan hadir kepada anda, bilamana kita dapat melepaskan diri dari keinginan apapun pada saat kita hadir kepada Allah SWT pada posisi hati dan fikiran kita benar-benar hanya untuk Allah SWT. Ketika kita sampai pada titik nol hidup ini serasa asyik, damai, indah aja dunia ini, masya allah. Jakarta Raya yang penuh gemerlap kehidupan, masih bisa dilihat keajaiban-keajaiban-Nya melalui Titik Nol.

Ini pengalaman saya, sekedar berbagi. Suatu ketika di tahun 1997 saya dan teman saya berjalan di tengah alas (hutan) belantara di atas bukit kebo gemulung. Tempat ini dinamai kebo gemulung karena merujuk pada situs (tempat pemujaan nenek moyang) pada masa lampau (prasejarah) tepatnya di daerah Banjarsari Wetan Kabupaten Banyumas. Di tempat ini ada semacam tempat semedi dan dikeramatkan oleh penduduk sekitar. Sekitar area situs prasejarah tersebut ada bangunan menhir, kuburan berbentuk panjang, telapak kebo (kerbau) yang jatuh (gemulung) pada batu dikelilingi pohon yang besar dan rindang sehingga daerahnya disebut kebo gemulung. Kembali ke pengalaman ketika mencapai Titik Nol pada tahun 1997 diatas bukit kebo gemulung ini. Suatu malam, jiwa ini hanya ada aku, teman-temanku dan Allah SWT dan jiwa ini hanya mengingat Allah SWT sembari saya mengucap ayat-ayat kursi berulangkali. Suatu ketika langkahku terhenti karena jalanan yang tadinya gelap gulita tiba-tiba menjadi terang benderang, lalu mata ini menatap ke atas sembari bertanya ada apakah gerangan. Tampak olehku seperti bola berwarna kebiru biruan nan indah sekali dan sangat terang benderang terbang mendatar menerangi jalanan yang saya lalui hingga aku berteriak Allahu Akbar dan seketika juga benda seperti bola itupun menghilang seiring kembali gelapnya jalanan di tengah hutan bukit kebo gemulung. Saya sebagai dimensi manusia melihat dimensi lain yang secara sadar saya lihat menjadikan suatu kerinduan bagi saya untuk melihat lagi keajaiban-keajaiban ciptaan illahi rabbi.

Wallahualam bissawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 31 Oktober 2012 by .

Pos-pos Terbaru

Kategori

%d blogger menyukai ini: