Catatan Si Kaswo (CsK)

pergi karena tugas….pulang karena beras

Lima langkah solusi untuk KPK dan Polri dari Presiden

CsK, Jakarta. Hari ini, Senin malam tanggal 8 Oktober 2012 Pukul 20.00 WIB kita sama-sama menonton dan mendengarkan Pidato Presiden RI yang disiarkan secara live di berbagai stasiun TV salah satunya di Tvone. Dalam Pidatonya tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan lima keputusan terkait perselisihan antara Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan harapan masalah ini segera selesai.

Kelima arahan sebagai solusi dari kisruh KPK vs Polri yang disampaikan oleh Presiden adalah :

  1. Kasus Simulator SIM di Korlantas Polri dengan tersangka Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo ditangani oleh KPK sementara Polri menangani kasus-kasus lain yang tidak terkait langsung
  2. Terkait upaya penangkapan Komisaris Polisi Novel Baswedan yang menjadi penyidik KPK dalam kasus Simulator SIM Korlantas Mabes Polri, Jumat (5/10) lalu. Presiden menyayangkan kejadian tersebut dan menurutnya, waktu dan caranya tidak tepat. “Mengenai upaya penangkapan Kompol Novel Baswedan saya pandang tidak tepat, baik waktu dan caranya sangat tidak tepat,” jelas Presiden.
  3. Presiden akan mengeluarkan Peraturan Pemerintah terkait dengan rentang waktu tugas penyidik Polri di KPK dan nantinya teknis pelaksanaannya cukup diatur dengan menggunakan MOU (Memorandum of Undertanding) kedua lembaga.
  4. Berkenaan dengan adanya rencana revisi Undang-Undang KPK, Presiden Yudhoyono menegaskan bahwa revisi UU itu dimungkinkan sepanjang untuk memperkuat peran KPK dan bukan untuk melemahkannya. Namun, menurutnya revisi tersebut kurang memungkinkan untuk saat ini. “Lebih baik kita tingkatkan sinergi dan intensitas semua upaya pemberantasan korupsi,”
  5. KPK dan Polri dapat memperbarui MOU yang harus dipatuhi dan dijalankan. Kedua lembaga juga diharapkan terus meningkatkan sinergi dan koordinasi dalam pemberantasan korupsi, sehingga perselisihan ini tidak terus berulang di masa depan.

Quote :

“Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia mati meninggalkan nama”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 8 Oktober 2012 by .

Pos-pos Terbaru

Kategori

%d blogger menyukai ini: