Catatan Si Kaswo (CsK)

pergi karena tugas….pulang karena beras

kebaikan dan keburukan

Sahabatku,

Yakinilah bahwa setiap perbuatan, apapun perbuatan kamu akan mendapatkan balasannya. Yakinilah bahwa di dunia ini segala kebaikan maupun kejahatanmu baik besar maupun kecil juga akan membuahkan hasilnya. Bukankah agama telah mengajarkan kepada kita Famayya’mal mitsqaal dzarratin khairay yarah wamay ya’mal mitsqaala dzarratin syarray yarah (Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.” Qs. Az Zalzalah:7-8.

Yakinilah bahwa ketika petani menanam jagung pasti tumbuhlah jagung. Begitu juga ketika petani menanam padi pastilah tumbuhlan padi. Begitu pula ketika anda berbuat baik kepada sesama, maka andapun akan memperoleh kebaikan atas perbuatan anda.

Sahabatku,

Begitupula ketika anda memaki orang, memarahi orang oleh karena kuasamu, oleh karena gengsimu, oleh karena anda diatas orang yang anda marahi yakinlah bahwa makimu dan marahmu juga akan memperoleh imbalan. Bukanlah nenek moyangmu pernah berkata Sopo nandur mesti ngunduh. Ingatlah bahwa ketika anda melempar bola ke dinding, percayalah bola itu akan kembali kepada dirimu.

Bukankah rosulullah SAW juga seorang pemimpin umat, pemimpin negara dan bangsa yang mengatur umat dan negaranya untuk mewujudkan negara yang baldatun thoyibun wa Rabbun Ghofur atau negara yang gemah ripah loh jinawi. Namun sejarah mencatat, beliau Rasulullah SAW tidak pernah memaki atau memarahi umatnya, bahkan Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ : لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ

[رواه البخاري]

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam : (Ya Rasulullah) nasihatilah saya. Beliau bersabda : Jangan kamu marah. Beliau menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda : Jangan engkau marah. (Riwayat Bukhori )

Pelajaran yang terdapat dalam hadits tersebut adalah :

  1. Anjuran bagi setiap muslim untuk memberikan nasihat dan mengenal perbuatan-perbuatan kebajikan, menambah wawasan ilmu yang bermanfaat serta memberikan nasihat yang baik.
  2. Larangan marah.
  3. Dianjurkan untuk mengulangi pembicaraan hingga pendengar menyadari pentingnya dan kedudukannya.

Sahabatku,

Marilah kita bersama belajar untuk saling mengasihi, saling memberi walaupun sebesar zarrah. Ketika anda sedang mengemudi, jadilah pengemudi yang baik. Ketika anda menjadi seorang bapak, jadilah bapak yang baik. Ketika anda menjadi seorang ibu, jadilah ibu yang baik. Ketika anda menjadi seorang pemimpin, jadilah pemimpin yang baik pula. Karena kebaikan itu akan tumbuh menjadi kebaikan pula.

Jazzakumullah khoiran katsirro.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29 September 2012 by .

Pos-pos Terbaru

Kategori

%d blogger menyukai ini: