Catatan Si Kaswo (CsK)

pergi karena tugas….pulang karena beras

Hari Dharma Karyadhika dan berbagai capaian kinerja Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia

Setiap menjelang bulan Oktober, maka Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia akan disibukkan dengan berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan hari lahirnya Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Peringatan yang biasa disebut dengan istilah “Hari Dharma Karyadhika” tersebut didasarkan kepada Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor M.06-UM.01.6 Tahun 1985, tentang penetapan tanggal 30 Oktober sebagal Hari  Kehakiman Republik Indonesia. Peringatan yang dilaksanakan secara serentak ini dapat dijadikan momentum dalam rangka meningkatkan semangat kebersamaan, etos kerja guna mewujudkan Kementerian Hukum dan HAM semakin Jaya seperti yang dinyanyikan dalam lagu “Mars Kemenkumham”

sejarah

Sejarah Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia sama dengan sejarah berdirinya bangsa Indonesia. Diawali pada tahun 1945, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 1945 tentang Pembentukan Departemen-Departemen di Republik Indonesia.

  1. Pengumuman Pemerintah tanggal 19 Agustus 1945 tentang Pembentukan Kabinet I, untuk Departemen Kehakiman Republik Indonesia diangkat Prof.Dr. Mr. Soepomo sebagai Menteri Kehakiman Republik Indonesia .
  2. Mahkamah Islam Tinggi dikeluarkan dari Departemen Kehakiman Republik Indonesia dan masuk ke Departemen Agama Republik Indonesia berdasarkan penetapan pemerintah tahun 1946 Nomor 5/S.D.
  3. Jawatan Topograpi dikeluarkan dari Departemen Kehakiman Republik Indonesia dan masuk ke Departemen Pertahanan berdasarkan Penetapan Pemerintah tahun 1946 nomor 8/S.D.
  4. Pada tanggal 5 Juli 1959 keluar DEKRIT Presiden untuk kembali ke Undang-undang Dasar 1945. Kemudian dibentuk Lembaga Pembinaan Hukum Nasional (LPHN) ber-dasarkan Keputusan Presiden Nomor 194 tahun 1961 kedudukan LPHN dipindahkan dari Perdana Menteri ke Departemen Kehakiman Republik Indonesia.
  5. Undang-Undang Pedoman 19 tahun 1964, Lembaran Negara nomor 107 tahun 1964 tentang Ketentuan Pokok-Pokok Kekuasaan Kehakiman, berlaku tanggal 31 Oktaber 1964, maka Peradilan Negara Republik Indonesia menjalankan dan melaksanakan hukum yang mempunyai fungsi PENGAYOMAN, yang dilaksanakan dalam lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara.
  6. Pada lingkungan Peradilan Umum berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 tahun 1965. Lembaran Negara Nomor 70 tahun 1965 menegaskan bahwa Kekuasaan Kehakiman dalam lingkungan Peradilan Umum dilaksanakan oleh : Mahkamah Agung, Pengadilan Tingg dan Pengadilan Negeri.
  7. Undang-Undang Nomor 19 tahun 1964, Lembaran Negara Nomor 107 tahun 1964 tentang Pokok-Pokok Kekuasaan Kehakiman dianggap tidak sesuai lagi dengan keadaan, maka dikeluarkan Undang-Undang Nomor 14 tahun 1970 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman dan mulai berlaku tanggal 17 Desember 1970 yang menegaskan Kekuasaan Kehakiman adalah Kekuasaan yang Merdeka, dilaksanakan oleh Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara.
  8. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Organisasi Departemen. diatur tentang Kedudukan Tugas Pokok dan Fungsi Departemen serta Susunan 0rganisasi Departemen, Tugas dan Fungsi Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal, Staf Ahli dan unit-unit Vertikal di Daerah.
  9. Untuk susunan 0rganisasi Departemen Kehakiman Republik Indonesia diatur dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 45 tahun 1974, Lampiran 3, Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor J.S.4/3/7 tahun 1975 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehakiman Republik Indonesia
  10. Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal 23 September 1985 Nomor M.06-UM.01.06 tahun 1985 tentang penetapan Tanggal 30 Oktober Sebagai hari Kehakiman Republik Indonesia. Pada Pasal 2 Hari Kehakiman disebut dengan HARI DHARMA KARYADHIKA.
  11. Sistem Holding Company ke Sistem Integrated dilingkungan Departemen Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Persetujuan MENPAN Nomor B 477/I/MENPAN/7/ 84 Tanggal 6 Juli 1984 KEPPRES RI Nomor 124/M Tahun 1984 dan KEPMENKEH RI Nomor M.05-PR.07.10 Tahun 1984 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dep. Kehakiman R.I
  12. Tahun 1999 dikeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 136 tahun 1999 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 355/m tahun 1999 tentang Pengangkatan Menteri Hukum dan Perundang-Undangan Republik Indonesia. Keluarnya Undang-Undang Nomor 35 tahun 2000 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 14 tahun 1970 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman menegaskan bahwa Peradilan Umum dikeluarkan dari Departemen Kehakiman Republik Indonesia ke Mahkamah Agung Republik Indonesia dengan masa transisi paling lama 5 (lima) tahun (lebih kurang tahun 2003 sudah selesai). Berdasarkan Surat Persetujuan Menteri Negara pendayaan Aparatur Negara Nomor 24/M.PAN/I/2000 dikeluarkan Keputusan Menteri Hukum dan Perundang-Undangan Republik Indonesia Nomor M.O3-PR.07.10 tahun 2000 tanggal 5 April 2000 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Perundang-Undangan Republik Indonesia.
  13. Setelah Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia pada tanggal 7 Agustus 2000 sampai dengan 14 Agustus 2000, Presiden Republik Indonesia KH. ABDURRAHMAN WAHID merampingkan Kabinet Persatuan Nasional dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 234/m 2000 tentang pengangkatan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Prof. DR YUSRIL IHZA MAHENDRA
  14. Pada masa Kabinet Indonesia Bersatu jilid I dan II, Kementerian Kehakiman dan HAM berubah nama menjadi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Periode 2004 s/d saat ini)
  15. Pada Kabinet Indonesia bersatu Jilid II ini, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dipimpin oleh Menteri Hukum dan HAM Bapak Patrialis Akbar, SH, MH sejak periode 22 Oktober 2009 s/d 19 Oktober 2011
  16. Kemudian sejak 19 Oktober 2011 s/d Sekarang Kementerian Hukum dan HAM dipimpin oleh Menteri Hukum dan HAM Bapak Amir Syamsudin, SH, MH

Berbagai capaian yang telah dilakukan

Berbagai capaian yang menggambarkan kinerja Kementerian Hukum dan HAM telah diwujudkan, hal ini tercermin dari beberapa prestasi yang telah diraih bersama berdasarkan hasil penilaian dari lembaga yang berwenang, antara lain :

  1. meningkatnya akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan atas laporan keuangan Kementerian Hukum dan HAM, yang semula predikatnya disclaimer meningkat menjadi Wajar Tanpa Pengecualian;
  2. kualitas pelayanan publik hasil survey integritas oleh KPK semula 5,30 menjadi 6,09, penilaian inisiatif anti korupsi semula 3,4 menjadi 5,7
  3. meningkatnya akuntabilitas kinerja Kementerian Hukum dan HAM semula nilainya CC menjadi B,
  4. dua layanan publik Kemenkumham masuk TOP 20 pada kompetisi Open Government Indonesia yang diselenggarakan oleh UKP4, yaitu pelayanan paspor dan Layanan Pengadaan barang dan jasa Secara Elektronik, untuk pelayanan paspor menduduki peringkat II dan akan dijadikan role model bagi institusi penyedia layanan publik baik BUMN maupun Kementerian/Lembaga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17 September 2012 by .

Pos-pos Terbaru

Kategori

%d blogger menyukai ini: