Catatan Si Kaswo (CsK)

pergi karena tugas….pulang karena beras

Menuju Perencanaan Kebutuhan BMN yang terintegrasi

Dalam rangka mengimplementasikan Peraturan Menteri Keuangan Nomor : PMK 226/PMK.06/2011 tanggal 19 Desember 2011 tentang Perencanaan Kebutuhan Barang Milik Negara, maka Biro Perlengkapan Kemenkumham dibawah arahan dan bimbingan Bapak Drs. Tjipto Rahardjo, SH, M.Si. selaku Kepala Biro Perlengkapan Kemenkumham telah memerintahkan langsung agar perencanaan kebutuhan BMN dilingkungan Kemenkumham dapat dilakukan terintegrasi dan berbasis teknologi informasi. Sistem yang dibangun, kata beliau hendaknya dapat merumuskan rincian kebutuhan BMN yang menghubungkan pengadaan barang yang telah lalu dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan di masa yang akan datang. Sehingga perencanaan kebutuhan BMN disusun dalam Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-K/L) setelah memperhatikan ketersediaan BMN yang ada. Dengan berpedoman pada standar barang, standar kebutuhan, dan standar harga yang ada.

Untuk menindaklanjuti gagasan beliau, maka pada tanggal 6 Juni 2012 dilaksanakan presentasi yang sedang disiapkan oleh Saudara Raharyo Handono yang menguasai “ilmu” ini. Dengan harapan ada masukan dari segenap pemangku kepentingan khususnya para pengambil keputusan dilingkungan Biro Perlengkapan. Hasil presentasi tersebut dari sistem yang akan dibangun dapat dilihat bahwa Rencana kebutuhan diformulasikan dari barang-barang apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Hukum dan HAM dikurangi dengan barang-barang apa saja yang saat itu telah tersedia dan siap digunakan. Sehingga Gap (kekurangan) antara kebutuhan dan ketersediaan barang itu lah yang selanjutnya diusulkan untuk dianggarkan dalam APBN.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa Perencanaan kebutuhan merupakan langkah awal dari pengelolaan BMN yang sangat penting dan berpengaruh besar terhadap  proses pengelolaan selanjutnya. Sehingga proses perencanaan yang baik maka akan berdampak baik pula pada proses pengelolaan secara keseluruhan, sedangkan perencanaan yang tidak tepat sudah tentu akan berdampak tidak baik pada proses pengelolaan selanjutnya.

Pada saat ini proses perencanaan kebutuhan dirumuskan sendiri oleh para Pengguna Barang (dalam hal ini adalah Satuan Kerja masing-masing dilingkungan Kemenkumham) sehingga tidak ada mekanisme kontrol yang memadai terhadap Satuan Kerja dalam merumuskan barang apa saja yang memang benar-benar Satuan Kerja itu butuhkan. Sehingga berakibat pada terjadinya ketidaktepatan perencanaan kebutuhan yang dirumuskan sendiri oleh Satuan Kerja. Tidak jarang kemudian rencana kebutuhan ini dianggarkan, realisasinya menjadi sulit untuk diterapkan_sebagai akibat dari tidak direncanakan dengan matang; atau kalaupun terealisasi, tetapi barang tersebut tidak dapat dioperasionalkan, misalnya satuan kerja yang ada di daerah kondisi daerahnya belum mendukung untuk operasionalisasi alat tersebut, seperti pengadaan kompor gas untuk daerah satuan kerja di wilayah timur, sementara daerah tersebut alat pembakarnya (gas) saja belum ada.  Hal ini tentu saja akan berdampak pada terjadinya inefektivitas, inefisiensi, dan tidak optimalnya pengelolaan BMN.

Hal itulah yang mendasari agar kedepan Biro Perlengkapan Kemenkumham memiliki sistem ini, guna mendukung terjadinya integrasi antara proses perencanaan kebutuhan dan penganggaran yang tepat sasaran, tepat guna dan tepat manfaatnya. Harapannya jelas, rencana kebutuhan dirumuskan dengan benar dan tepat sesuai dengan apa yang nyata-nyata dibutuhkan dan penganggaran dilakukan sesuai dengan rencana kebutuhan itu.

Dengan demikian Biro Perlengkapan dapat menjadi filter dalam merumuskan kebutuhan barangnya sebelum rencana kebutuhan barang itu diajukan untuk dianggarkan. Sehingga benar-benar tepat sasaran. Hal ini dilakukan karena sistem dengan sendirinya akan membandingkan rencana kebutuhan BMN Kementerian Hukum dan HAM dengan existing assets yang selama ini telah dimiliki.

Tetap berinovasi, tetap berkarya untuk Indonesia yang lebih baik.

Kata Kata Motivasi
Hal mudah akan terasa sulit jika yg pertama diipikirkan adalah kata SULIT. Yakinlah bahwa kita memiliki kemampuan dan kekuatan.

2 comments on “Menuju Perencanaan Kebutuhan BMN yang terintegrasi

  1. abyfida@yahoo.com
    25 September 2012

    Salam kenal dari kami Biro Perlengkapan Setda Prov Kaltim . . .kami kagum banyak ulasan ulasan tentang Biro Perlengkapan di Web Site ini … dapat menambah wawasan kami di Kaltim . . .semoga saja Web site ini terus maju dan berkembang terutama mengenai Pengelolaan Barang … amin …. abyfida@yahoo.com

    • kaswo
      28 September 2012

      Salam kenal juga ibu atau bapak dari Biro Perlengkapan Setda Prov. Kaltim. Terima kasih atas kesempatan ibu/bapak mengunjungi Blog kami semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 7 Juni 2012 by .

Pos-pos Terbaru

Kategori

%d blogger menyukai ini: