Catatan Si Kaswo (CsK)

pergi karena tugas….pulang karena beras

Reklamasi Pulau Nusakambangan oleh PT. Holcim Indonesia Tbk.

Cilacap, 1 Juni 2012 – PT Holcim Indonesia Tbk hingga 2011 telah melakukan penghijauan lahan bekas tambang kapur di Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah, seluas 27,76 hektare dengan jumlah pohon 11.394 pohon. Berdasarkan data laporan dari PT. Holcim Indonesia Tbk  bahwa telah ditanam berbagai jenis pohon asli Pulau Nusakambangan diantaranya Lamtoro, akasia, bayur, trembesi, phlalar, johar, pulai, jabon, mindi, kedaung, kepel, laban dan lain-lain. Khusus tanaman jenis phlalar adalah jenis tanaman yang sangat sulit untuk tumbuh dan berkembang sehingga termasuk jenis tanaman langka.

Kegiatan penambangan batu kapur oleh PT Holcim Indonesia Tbk. di Pulau Nusakambangan merupakan kegiatan yang akan berlangsung dalam jangka panjang. Untuk mengantisipasi dampak negatif yang ditimbulkan dari proses penambangan ini maka perlu dilakukan kegiatan reklamasi dan revegetasi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 76 tahun 2008 tentang Rehabilitasi dan reklamasi Hutan maka Kegiatan Reklamasi hutan adalah usaha untuk memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dan vegetasi hutan yang rusak agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya dan Revegetasi adalah usaha untuk memperbaiki dan memulihkan vegetasi yang rusak melalui kegiatan penanaman dan pemeliharaan pada lahan bekas penggunaan kawasan hutan.

Upaya-upaya dalam rangka mereklamasi dan merevegetasi lahan bekas penambangan terus dilakukan pada setiap tahunnya.

Terkait upaya reklamasi atau revegetasi yang dilakukan, PT Holcim Indonesia Tbk. menyediakan lahan pembibitan tanaman khas Nusakambangan. Adapun bibit-bibit tanaman tersebut berasal dari hutan Nusakambangan, antara lain wuni, laban, sindungan, dan bayur ada juga pohon kluwek.

Revegetasi tahun 2009 telah dilakukan pada lahan seluas dua hektare pada “quarry” (area tambang) V, VIII B, dan IX, sedangkan untuk tahun 2010 direncanakan seluas lima hektare.

Pelaksanaan revegetasi dilakukan dengan bantuan teknis dari Pemerintah Kabupaten Cilacap berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 660.1/116/29/2009 tentang Pembentukan Tim Koordinasi dan Tim Teknis Revegetasi.

Dari hasil pengamatan kami pada saat mengunjungi Pulau Nusakambangan dapat disampaikan bahwa beberapa area yang telah direklamasi, kini telah kembali rindang dengan berbagai pohon tinggi dan besar sehingga kondisinya sudah seperti hutan aslinya yang berbukit-bukit. Namun demikian, masih tampak pula beberapa lahan bekas area tambang yang tanamannya masih kecil-kecil karena baru direklamasi pada tahun 2009 silam. Pada kesempatan kunjungan tanggal 1 Juni 2012 tersebut, Kepala Biro Perlengkapan Kemenkumham Bapak Drs. Tjipto Rahardjo, SH, M.Si. berkenan menyempatkan diri melakukan penanaman pohon jenis walangan yang merupakan jenis-jenis pohon di area hutan Pulau Nusakambangan.

Satu lagi tertanam pohon maka akan tumbuh pohon yang lain, terus menanam pohon untuk Indonesia yang lebih hijau. Jazakumulloh khoiron

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 5 Juni 2012 by .

Pos-pos Terbaru

Kategori

%d blogger menyukai ini: