Catatan Si Kaswo (CsK)

pergi karena tugas….pulang karena beras

Danau Tolire Ternate

Pada tanggal 22 September 2011, kami bersama teman-teman dari Biro Perlengkapan Kemenkumham berkesempatan menikmati indahnya Danau Tolire di Ternate Maluku Utara. Setelah hampir 2 hari kami dan teman-teman menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengelolaan Perlengkapan dilingkungan Kantor Wilayah Kemenkumham Maluku Utara bagi operator dan pengelola BMN. Dengan diantar oleh Bapak Dwi Prasetyo, SH, MH beliau adalah Kepala Divisi Administrasi Kanwil kemenkumham Malut dan Bapak AJAR ANGGONO, SH, MH (Kepala Bagian Umum) kami berputar-putar menikmati indahnya Pulau Ternate. salah satunya adalah Danau Tolire yaitu danau yang terletak disekitar 10 km dari pusat kota Ternate ini, selain bentuknya unik juga memiliki cerita legenda yang menarik.

Menurut teman-teman dari Kanwil Kemenkumham Maluku Utara, Danau Tolire berada di bawah kaki Gunung Gamalama, gunung api tertingi di Maluku Utara. Danau itu sendiri terdiri dari dua buah. Masyarakat setempat menyebutnya Danau Tolire Besar dan Danau Tolire Kecil. Jarak antara keduanya hanya sekitar 200 meter.

Dari kedua danau ini, Danau Tolire Besar memiliki keunikan tersendiri. Danau ini menyerupai loyang raksasa. Dari pinggir atas hingga ke permukaan air danau dengan kedalaman sekitar 50 meter dan luas sekitar 5 hektare. Sementara kedalaman danau itu sendiri hingga kini tidak diketahui. Sampai saat ini belum ada yang mengukur kedalaman danau ini. Tetapi menurut cerita leluhur, kedalamannya berkilo-kilo meter dan berhubungan langsung dengan laut. Saya dari atas pinggiran Danau melihat ke bawah seperti banyak buaya yang hidup di danau tersebut.

Terlihat dari atas danau seperti airnya tenang sekali dan tidak nampak ada orang sedang memancing. Danau air tawar ini konon merupakan tempat tinggal bagi berbagai macam ikan. Namun, warga masyarakat setempat tidak ada yang berani menangkap ikan atau mandi di danau itu. Mereka meyakini bahwa danau yang airnya berwarna coklat kekuning-kuningan itu, dihuni oleh banyak buaya siluman.

Keunikan lain dari danau ini adalah kalau melempar sesuatu ke danau, bagaimana pun kuatnya lemparan dengan menggunakan batu atau benda lain, misalnya, tidak akan pernah menyentuh air danau. Padahal saat melempar dari pinggir atas danau, air danau terlihat berada di bawah kaki si pelempar. Barangkali mereka yang pertama kali berkunjung ke danau itu, tidak akan percaya dengan fakta itu. Namun saya percaya, karena pernah mencobanya setelah membeli batu yang banyak dijual di pinggir danau seharga Rp 1.000 untuk lima biji batu. Sejauh ini tidak seorang pun mampu melemparkan batu-batu itu hingga menyentuh permukaan air danau.

Selain itu, di Pulau Ternate Anda dapat pula menikmati keindahan pasir putih Pantai Sulamadaha, yang terletak hanya sekitar tiga kilometer dari Danau Tolire Besar.

2 comments on “Danau Tolire Ternate

  1. Ridwan
    5 Maret 2012

    Salam kenal pak, saya Ridwan, salah satu staf di sub. bagian perlengkapan kanwil Kemenkumham Malut. Senang bisa kenal dengan pak yang memiliki hobi menulis.. Semoga tulisan-tulisan pak terutama tentang hal-hal yang menyangkut penataausahaan Barang Milik Negara memberi pencerahan bagi kami di daerah, terutama yang masih pegawai baru seperti saya. Amin..

    Sukses selalu pak..

    Ridwan, Ternate :)

  2. kaswo
    6 Maret 2012

    Salam kenal juga Pak Ridwan, salam utk semua teman-teman di Kanwil Malut semoga selalu diberikan kesehatan dan bisa menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Baik pak ridwan nanti insya allah kami tampung saran Bapak.
    Terima kasih,
    salam hormat

    Kaswo, Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 30 Januari 2012 by .

Pos-pos Terbaru

Kategori

%d blogger menyukai ini: